Asma adalah penyakit penyempitan saluran pernapasan sementara waktu sehingga menjadi sulit bernapas. Gejala asma ditandai napas yang berat/sesak napas disertai napas berbunyi hingga terjadi kegagalan pernapasan yang membahayakan. Walau asma bersifat sementara, tapi bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Saat menarik napas, tekanan dalam dada menurun sehingga udara dapat masuk. Berkurangnya tekanan membantu mempertahankan agar saluran pernapasan tetap terbuka. Saat menghembuskan napas, tekanan di dalamnya meningkat sehingga mempengaruhi dinding saluran pernapasan dan cabang-cabangnya sehingga menjadi pipih. Keadaan ini menyebabkan saluran pernapasan menjadi sempit sehingga sulit menghembuskan napas. Hal inilah yang menyebabkan penderita asma mengalami kesulitan saat menghembuskan napas, yang biasanya disertai timbulnya suara. Asma merupakan salah satu gangguan yang dapat disebabkan oleh faktor genetik atau karena alergi. Serangan dapat terjadi karena penderita menghirup serbuk sari ataupun debu rumah. Akan tetapi, kadang-kadang serangan dapat terjadi tanpa diketahui penyebabnya secara pasti. Serangan biasanya didahului oleh adanya infeksi pernapasan yang parah. Hal-hal yang dapat memperburuk serangan asma antara lain: Tekanan emosional, kelelahan, bau-bauan, asap rokok, perubahan suhu, kelembapan, dan lain-lain. Obat tradisional bisa menjadi salah satu pilihan bagi para penderita asma. Selain bisa mengurangi serangan asma, obat-obat ini juga bisa Anda buat sendiri di rumah.

  1. Siapkan dua buah lobak untuk di jus. Kemudian rebus dengan air secukupnya, biarkan sampai agak dingin lalu campurkan dengan madu asli secukupnya. Minum tiga kali sehari.
  2. Biasakan untuk mengonsumsi jahe dan terong putih. Anda bisa memasaknya dengan cara merebus atau menumisnya, jadikan makanan tersebut untuk lauk pauk Anda.
  3. Apel segar atau jus apel sama-sama menyehatkan. Tapi menurut penelitian yang dilakukan oleh The National Heart and Lung Institute, jus apel ternyata memiliki manfaat lebih untuk menjaga kesehatan paru-paru. “Hal ini karena kandungan antioksidanyang dapat menangkal radikal bebas,” demikian tulis European Respiratory Journal beberapa waktu lalu.Penelitian yang melibatkan responden anak-anak berusia 5-10 tahun di daerah sekitar Greenwich, London ini juga mengungkapkan bahwa kesehatan paru-paru dan asma seorang anak akan lebih besar diderita jika anak tersebut mengalami gangguan dalam pernafasan seperti bunyi mendecit. Para peneliti meminta para orangtua untuk memberikan keterangan tentang asupan buahyang dikonsumsi anak-anak mereka dan gejala-gejala penyakit yang diidap oleh anak mereka.Hasilnya, ternyata anak-anak yang mengonsumsi jus apel sehari sekali memiliki kecenderungan lebih kecil terkena ganguan pernafasan dibanding mereka yang hanya mengonsumsi jus apel sebulan sekali atau makan buah apel. “Jus apel yang dikonsumsi pun tidak harus dari jus apel segar, tapi bisa juga dari jus apel yang sudah dalam kemasan, ” demikian ujar Dr. Peter Burney, ketua dari penelitian tersebutMenurut Dr. Peter Burney, kandungan yang dinamakan phytochemicals pada apel seperti flavanoids dan phenolic acids-lah yang berjasa dalam mengurangi peradangan pada saluran pernafasan sehingga seorang anak terhindar dari gangguan pernafasan dan asma. Hasil penelitian ini juga mengungkapkan bahwa perempuan yang mengonsumsi banyak buah apel saat hamil memberikan proteksi lebih besar pada bayi yang masih dalam kandungan terhadap penyakit asma di kemudian hari. “Ada beberapa bukti yang memang menjelaskan diet sehat anti oksidan dan mengonsumsi banyak vitamin baik untuk mencegah asma,” ujar Dr. Mike Thomas, peneliti Asmadari Universitas Aberdeen, Inggris.

Selain itu, ada juga cara mencegah terjadinya asma : 1. Kasur dan tempat tidur dan bantal kapuk sebaiknya diganti busa kemudian dimasukkan dalam kantong vinil dengan resleting atau dibungkus kantong plastik dan direkat dengan selotip seperti membungkus kado. 2. Sprei, selimut, sarung bantal dan guling lebih sering dicuci minimal sekali seminggu dengan air panas (55-60 derajat C). 3. Lantai dibersihkan dengan lap basah satu kali setiap hari. 4. Tirai gorden dicuci setiap dua minggu. 5. Lemari, rak dan laci dibersihkan dengan lap basah serta paling banyak hanya boleh 3 buah buku yang diletakkan di dalamnya. 6. Ganti karpet dengan linoleum atau lantai kayu. Kalau tidak, bisa juga secara teratur dihisap dengan filter high efficiency particulate air (HEPA) dan kantung debu dua rangkap. 7. Buku, majalah dan mainan jangan ada di kamar tidur. Jika memang harus ada, maka masing-masing hanya boleh 3 buah. Lebih sedikit barang-barang tersebut di kamar tidur, itu lebih baik. 8. Boneka dan mainan yang terbuat dari kain sebaiknya dicuci dengan air panas setiap minggu. 9. Hindari asap dari obat nyamuk bakar dan asap dapur. 10. Gunakan kipas angin di dapur dan kamar mandi untuk mengusir asap dapur dan bau yang tajam. 11. Binatang peliaraan yang berbulu sebaiknya tidak ada di rumah anak yang menderita asma. Atau paling tidak binatang tersebut tidak berada di kamar tidur dan ruang utama. 12. Mandikan binatang peliaraan dua kali seminggu. 13. Pakaian paling lama jangan lebih dari 2 minggu di dalam lemari, setelah itu harus dicuci kembali atau dipindah ke kamar lain. Bila tidak memungkinkan maka dibungkus kantong plastik dan direkat selotip seperti membungkus kado. 14. Air conditioner (AC) jangan terlalu dingin dan filternya dibersihkan sekali seminggu. 15. Gunakan filter udara HEPA terutama di kamar tidur dan ruang utama. 16. Bersihkan lingkungan yang disukai kecoa seperti tempat lembab, sisa makanan, sampah terbuka dan tempat lainnya. 17. kita dapat melindungi diri kita dengan menggunakan masker, sebagai contoh, untuk mencegah kontak dengan debu dan bulu binatang, atau dengan mencuci tangan agar tidak terjadi infeksi pada saluran pernapasan. 18. Perbaiki semua kebocoran atau sumber air yang berpotensi menimbulkan jamur, seperti dinding kamar mandi, bak mandi, keran lain dan tempat lainnya. 19. Konsultasi ke dokter tetap perlu dilakukan agar usaha pencegahan ini lebih berhasil. 20. Hendaknya obat atau inhaLer (tabung oxygen mini) yang telah diresepkan oleh dokter selalu dibawa kemanapun, karena kita tidak tahu kapan serangan asma akan datang.